Kerajinan tidak bisa dipungkiri merupakan komoditas ekspor yang menjadi andalan Indonesia setidaknya sampai saat ini. Kerajinan merupakan salah satu UKM yang bisa dimasukkan kedalam kategori Industri Kreatif karena memang setiap yang dihasilkan merupakan hasil kreatifitas tiap pengrajin. Namun tahukah kita bahwa ternyata setiap Kerajinan Tangan atau Handicraft yang dihasilkan sangat dipengaruhi oleh letak geografis, sejarah budaya dan cultural masyarakatnya?

Sebagai contoh adalah industri kerajinan kuningan yang berada di Desa Wisata Kerajinan Tembaga dan Kuningan di Tumang yang ternyata juga terpengaruh dan sangat erat kaitannya dengan budaya masyarakat Tumang sendiri. Bila kita perhatikan ukiran-ukiran tiap kerajinan tembaga tersebut memiliki kesamaan antara satu dan yang lainya. Baik dari bentuk ukiran, motif maupun tingkat detail yang sangat mengagumkan.

Padahal kita ketahui bersama bahwa setiap pengrajin memiliki kreatifitasnya masing-masing tanpa adanya ikatan apapun, namun ternyata kerajinan kuningan dan kerajinan tembaga yang dihasilkan memiliki kesamaan. Inilah yang disebut pengaruh kebudayaan yang membuat tiap pengrajin tembaga memiliki keterikatan budaya, rasa dan kreatifitas.

Pastinya ini akan berbeda dengan tempat lain yang tidak memiliki keterikatan budaya, rasa dan kreatifitas. Perbedaan ini tidak lain karena perbedaan letak geografis, cultural dan kesejarahan. Karena dari itu Beda Tempat Beda Pula Corak Kreasinya.

Jadi sudah pasti bahwa perbedaan tempat dan budaya akan mempengaruhi corak dan kreasi dari kerajinan tembaga dan kerajinan kuningan yang dihasilkan. So Be Different Guys!