Adanya desa penghasil kerajinan yang mendunia meningkatkan derajad daerah tersebut dan juga kota yang membawahinya. Sebagai contohnya adalah desa Tumang yang terdapat di kecamatan cepogo, Kabupaten Boyolali. Desa yang jauh terletak di kaki gunung Merbabu ini menjadi salah satu desa wisata kerajinan tembaga dimana mata pencaharian sebagian besar penduduknya adalah pengrajin tembaga.

Pada tahun 2002 presiden wanita pertama NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) Megawati Soekarno Putri meresmikan jalur wisata SSB yaitu jalur wisata yang menghubungkan tiga daerah Solo – Selo – Borobudur. Jalur wisata tersebut tentu saja meningkatkan potensi wisata di daerah Boyolali. Dengan adanya jalur Solo – Selo – Borobudur menjadikan nama kota Boyolali semakin terangkat sebgai salah satu tujuan wisata. Hal itu pulalah yang menyebabkan desa tumang ikut diresmikan sebagai salah satu desa wisata budaya kerajinan tembaga. Pendukung yang lain adalah karena letak desa Tumang berada dalam jalur tersebut. Iklan pun gencar dilakukan dan dengan peresmian oleh Pemerintah Kota Boyolali, desa Tumang menjadi seperti sekarang ini.

Tidak hanya disitu, PEMKOT Boyolali juga membuat sebuah galeri yang terletak di samping jalur utama. Di galeri tersebut pengrajin bebas meletakkan hasil karyanya selain sebagai promosi, galeri ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah peminat akan kerajinan tembaga Tumang.

Tindakan yang lain dari Pemerintah Kota Boyolali adalah dengan diperbaikinya jalan sepanjang rute SSB. Jalan yang dulu bergelombang dihaluskan dengan kualitas yang lebih baik. Daerah rawan di berikan pengaman jalan. Hal tersebut menimbulkan kemajuan yang pesat bagi warga yang tinggal dikawassan tersebut. Hasil dari semua itu dapat dirasakan bersama, taraf hidup meningkat. Yang dulunya hanya mengandalkan pertanian mulai membuka usaha baru yang semoga akan selalu berkembang seperti pengrajin kerajinan tembaga Tumang.